Setiap merayakan hari kemerdekaan Indonesia, setiap tanggal 17 Agustus, kita selalu terkenang dengan semangat para pahlawan bangsa Indonesia. Para pejuang kemerdekaan telah mengorbankan jiwa raganya untuk membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan. Beliau berjuang tanpa pamrih, tanpa pernah menanyakan akan dapat apa jika ikut berjuang. Para pejuang itu dengan persenjataan seadanya dengan gagah berani menghadapi para musuh dengan satu tekat mengusir para penjajah agar generasi penerusnya dapat menikmati kemerdekaan dalam segala hal. Berjuang yang berasal dari panggilan jiwa, panggilan negara, dan panggilan ibu pertiwi.

Setelah 79 tahun merdeka, perjuangan itu diteruskan oleh generasi kita saat ini. Generasi emas, generasi z, generasi sosial media. Semua kita bisa menikmati kemedekaan Indonesia dengan segala kebebasannya. Jika tidak ada pengorbanan para pejuang kemerdekaan pada jaman itu, mungkin saat ini kita tidak punya kebebasan menggunakan sosial media, tidak ada kebebasan bersekolah, tidak ada kebebasan hak milik, tidak ada kebebasan berkumpul dan berbicara. Betapa nikmatnya kemerdekaan tersebut dan berapa besar anugerah Tuhan Yang Maha Esa atas kemerdekaan Indonesia yang kita nikmati saat ini.

Kini kita diberi kesempatan menikmati kemerdekaan dengan bekerja di Universitas Negeri Malang. Kita terpilih atau dulu memilih mengisi kemerdekaan dengan bekerja di UM sebagai dosen, tenaga pendidikan, dan juga sebagai mahasiswa. Mengisi kemerdekaan itu dapat melalui berbagai cara pada tempat kita mengabdikan diri, dari tempat kita bekerja, dari apa yang kita kerjakan. Bagi para dosen dapat mengisi kemerdekaan dengan mendidik dan membelajarkan mahasiswa secara baik sehingga setelah mereka lulus mencul generasi-generasi berkualitas. Lahirnya generasi berkualitas dari UM adalah salah satu bentuk cara kita mengisi kemerdekaan itu. Bagi para tendik, memberikalan layanan prima (cepat, cermat, tepat waktu, dan tepat sasaran) dalam melaksanakan tugas sebagai support system kegiatan kampus akan menghasilkan sistem administrasi yang berkualitas. Itulah cara para tendik mengisi kemerdekaan di UM. Bagi mahasiswa belajar dengan baik, tekun, kreatif dan produktif adalah bentuk mengisi kemerdekaan itu. Memperjuangkan kemerdekaan pada jaman dulu dengan cucuran keringat, darah, dan jiwa raga. Pada saat ini, perjuangan itu menggunakan pikiran, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Apakah kita telah berjuang mengisi kemerdekaan Indonesia dengan bekerja di UM?

Mengisi kemerdekaan itu berarti kita harus selalu bertanya pada diri sendiri ”apa yang telah saya perbuat” untuk institusi tempat saya bekerja yaitu UM. Apakah saya telah menyumbang layanan yang baik kepada pengguna agar orang lain menyebut UM telah melakukan layanan prima?, Apakah saya telah mengajar dengan baik sehingga lulusan UM berkualitas, apakah saya telah melaksanakan tridarma yang lainnya dengan baik sehinggar UM punya reputasi yang baik, rangking yang baik, dan prestasi yang menjulang?

Dalam perjuangan selalu ada keikhlasan, selalu ada pengorbanan, selalu mementingkan lembaga. Jika kita bekerja bahkan sebelum bekerjapun selalu menanyakan ”saya akan dapat apa?”, ”Apakah ada remunnya?”, apakah ada konsumsinya?” mungkin itu sebagai tanda besar bahwa kita belum berjuang, masih menjadi buruh, masih hanya memikirkan perut, belum bekerja untuk mengisi rumah kedua kita yaitu UM. Masih ingin mengambil dan mengeruk dari UM untuk diri sendiri maka kita belum berjuang.

Mengisi kemerdekaan melalui membesarkan dan mengembangkan UM menjadi Universitas yang unggul di Indonesia dan bahkan dunia memerlukan perjuangan kita yang saat ini bekerja di UM. Perjuangan yang diwujudkan dengan bekerja baik, ikhlas, dan dengan usaha serta upaya terbaik. Bagi pejuang tidak akan menanyakan ”apa yang didapat dan seberapa besar yang didapat tetapi apa yang dapat diberikan atau diperbuat untuk kemajuan dan kebaikan. Mengisi kemerdekaan ini bukan untuk kepentingan hari ini saja tetapi untuk masa depan generasi muda kita.

Selamat mengisi kemerdekaan Indonesia melalui berkerja dengan baik di UM.

Dirgahayu Indonesiaku, Nusantara Baru Indonesia Maju!

Malang, 16 Agustus 2024
IWD